Kunjungan turis ke Srilanka cukup ramai meskipun negara itu mengenakan visa kunjungan yang cukup besar, tertulis Nepal, India Bangladesh 25 usd dan negara lain 40 usd. Negara lain itu termasuk Indonesia. Sementara warga negara Srilanka ke Indonesia tidak dikenakan visa kunjungan sejak tahun 2016.
“Ini, tahun 2015
saya datang kemari, masih 25 usd” ujarku.Sembari menunjukkan paspor kepada
petugas di kounter pembayaran visa on arrival (VOA) di Bandaranaike Colombo Srilanka.
Sambil tersenyum petugas VOA itu mengatakan "cash" dan aku membayar 40 usd untuk waktu tujuh hari atas permintaanku mengharapkan kalau kalau tujuh hari bisa lebih murah. Dan stiker imigrasi itu tetap dicantumkan berlaku 30 hari.
Sambil tersenyum petugas VOA itu mengatakan "cash" dan aku membayar 40 usd untuk waktu tujuh hari atas permintaanku mengharapkan kalau kalau tujuh hari bisa lebih murah. Dan stiker imigrasi itu tetap dicantumkan berlaku 30 hari.
Selembar kertas kecil ukuran 6 x 10 cm bukti
pembayaran kubawa ke petugas Imigrasi, ada ratusan orang sedang antri, dari 5
petugas imigrasi yang ada disitu dua orang masih terus berbicara dengan telepon
genggamnya. Rasanya gimana gitu.
Tiba giliranku,
petugas perempuan paroh baya yang tadi terus menerima telepon itu memakai sari terlihat sebagian pundak dan punggung
belakang badannya itu, memberikan paspor yang sudah dicap, kuperiksa terlihat dua
lembaran kecil ukuran 2 x 3 cm tertempel di lembaran pasporku dilembaran paling akhir diletakkannya. Dua tahun yang lalu bukti pembayaran visa itu nilainya 25
usd dan masa berlakunya tigapuluh hari.
White card yang kuisi di pesawat
terbang yang dibagi bagikan pramugara Air Asia tidak ada didalam pasporku, aku
kembali lagi ke kounter imigrasi menanyakannya, teringat saat di imigrasi
Singapura potongan white card tertinggal entah dimana dan aku diingatkan oleh
petugas imigrasi Singapura untuk sekali ini dimaafkan kutanyakan, petugas perempuan itu berkata
yang tak kumengerti dan mengambil white card dan meletakkannya kembali ketempat
semula, ooo mungkin maksudnya white card itu tidak harus dipotong dan bagiannya
satunya diberikan kepadaku, dan akupun
melangkah keluar.
Bandara Colombo
ini sudah tampak lebih bersih dan rapi dari dua tahun yang lalu, saat itu masih
berantakan sedang direnovasi. Sekarang banyak penjual sim card, kartu seluler dan beberapa
money changer, aku menuju ke ATM Center hendak mengambil Rupe Srilanka.
Biasanya kalau berpergian keluar negeri bekpekeran seperti ini aku tidak pernah menukar duit di tanah air ataupun negara tujuan,
sepertinya lebih baik ambil di ATM saja. Karena tidak semua Money Changer di Bandra menerima
mata uang rupiah. Kalau tidak ya tukar dengan USD.
Tertulis di money
changer 1 usd 151,25 rupe, kata kawan
tukar di kota Colombo saja, bisa lebih besar sampai 156 rupe per usd nya, ternyata malah hanya 151 rupe
saja per satu Dolar Amerika. Malah di kampung dihargai 150 rupe per USD
Australia, Antigua & Barbuda, Armenia, Albania, Andora, Bahama, Banglades, Barbados, Belize, Benin, Bhutan, Bolivia, Bosnia & Herzegovina, Bostwana, Brasil, Burkina Faso, Burundi, Chad, Cile, Ekuador, El Savador, Gabon, Gambia, Georgia, Grenada, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Hongkong (SAR), Jamaika, dan Kenya.
Selanjutnya ada Kepulauan Marshall, Kepulauan Solomon, Kiribati, Komoro, Kuba, Lesotho, Makau (SAR), Madagaskar, Makedonia, Mauritius, Mauritania, Malawi, Mali, Maroko, dan Mongolia, Mozambik, Moldova, Namibia, Nepal, Nikaragua, Palestina, Palau, Pantai Gading, Paraguay, Peru, Puerto Rico, Republik Dominika, Rwanda, dan Saint Kitis dan Navis,Saint Lucia, Saint Vincent dan Grenadis, Samoa, Sao Tome dan Principe, Serbia, Sri Lanka, Swaziland, Tajikistan, Tahta Suci Vatikan, Tanjung Verde, Togo, Tonga, Trinidad dan Tobago, Turkmenistan, Tuvalu, Uganda, Ukraina, Uruguay, Uzbekiztan, Vanuatu, Zambia, dan Zimbabwe.
Kemudian, ada Afrika Selatan, Aljazair, Amerika Serikat, Angola, Argentina, Austria, Azerbaijan, Bahrain, Belanda, Belarusia, Belgia, Bulgaria, Ceko, Denmark, Dominika, Estonia, Fiji, Finlandia, Ghana, Hongaria, India, Inggris, Irlandia, Islandia, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Kazakhstan, Kirgistan, Kroasia, Korea Selatan, Kuwait, Latvia, Lebanon, Liechtenstein, Lituania, Luksemburg, Maladewa, Malta, Meksiko, Mesir, Monako, Norwegia, Oman, Panama, Papua Niugini, Perancis, Polandia, Portugal, Qatar, Republik Rakyat China, Romania, Rusia, San Marino, Arab Saudi, Selandia Baru, Seychelles, Siprus, Slowakia, Slovenia, Spanyol, Suriname, Swedia, Swiss, Taiwan, Tanzania, Timor Leste, Tunisia, Turki, Uni Emirat Arab, Vatikan, Venezuela, Jordania, dan Yunani.
Advertisement
0 Response to "Meskipun Warga Srilanka Bebas Visa Kunjungan WNI Tetap Bayar VOA"
Post a Comment